Cara Menaklukan Dosen Pembimbing

Cerita kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Beberapa tahun ini aku memang sudah tudak menggeluti dunia perkuliah lagi tapi kehidupanku masih saja tetap ada sangkut pautnya dengan manusia-manusia di kampus.

Beberapa kali datang ke kampus tapi jarang sekali terlihat mahasiswa duduk bersama sambil membahas sesuatu yang penting dan lebih penting dibandingkan “ke-viral-an” lagu-lagu tidak penting beserta gerakannya itu.

Tapi tidak sedikit juga mahasiswa uang aku kenal sekarang  tengah risau dengan kelangsungan hidupnya di kampus. Karena ternyata banyak yang ingin mengakhirinya tapi tidak sanggup mengakhiri dan ada juga yang sudah sangat berniat mengakhiri tapi ada saja yang menghalangi, salah satunya adalah “Dosen Pembimbing”

Maka dari itu, aku mau berbagi cerita tentang Cara atau Tips Menaklukan Dosen Pembimbing

Untuk kalian yang sedang memangku jabatan sebagai mahasiswa semester 7 ke atas semoga tulisan ini dapat membantu perjuangan yang sedang kalian jalankan

Cara Menaklukan Dosen Pembimbing

1. Kenali Dosen Pembimbing 

Ini langkah dasar yang harus dilakukan, kan akan sangat tidak lucu kalau proposal atau skripsinya udah ada tapi pas mau bimbingan malah bingung mau jumpain siapa.

Kenal disini tidak cukup sebatas mengetahui nama dan dia sebagai Dosen Pembimbing berapa/bagian apa. Tapi harus tau wajahnya yang mana, ruangannya dimana, dan gak kalah penting harus tau tempat nongkrong favoritnya.

Dulu alhamdulillah punya Dosen Pembimbing yang suka nongkrong di satu tempat aja. Dosen Pembimbing I nongkrong di dekat kolam ikan setiap pagi dan Dosen Pembimbing II  nongkrong di ruangan jurusan.

2. Bangun komunikasi yang baik

Jangan salah faham ya teman-teman, membangun komunikasi bukan berarti harus menghubunginya secara terus menerus. Tapi setiap kali berkomunikasi, baik itu lewat telpon ataupun jumpa langsung usahakan untuk melakukan percakapan yang efektif.  

Membahas apa-apa saja yang memang perlu untuk dibahas. Nahh, peting nih teman-teman, sebelum bertemu ada baiknya kalian catat apa aja yang ingin kalian tanyakan atau bagian skripsi/proposal kalian yang mana yang ingin dikuatkan.

Karena biasanya Dosen Pembimbing kan juga masih tetap mengajar dan masuk kelas, tentu saja jadwal masuknya masih padat. Kalaupu  tidak mengajar biasanya sebagai pegawai yang juga punya jadwal. Biasanya ada  yang kesal kalau ada pertanyaan atau bagain yang belum sempat  ditanyakan tapi Dosen Pembimbingnya udah harus buru-buru pergi.

3. Persiapkan dirimu

Kalau dilihat dari pandangan orang luar sebenarnya siapa sih yang paling membutuhkan? Mahasiswa akhir zaman *eh Mahasiswa semester akhir atau Dosen Pembimbing? Hayooo jawab

Yaah secara, yang mau mengakhiri pendidikan adalah mahasiwanya, berarti yang sangat membutuhkan adalah mahasiswa. Maka dari itu mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan benar sebelum bertemu dengan Dosen Pembimbing.

Seperti apa persiapannya? Tentu saja banyak. Mulai dari menyiapkan proposal/skripsi yang akan didiskusikan bersama Dosen Pembimbing. Jadi jangan berani-berani bertemu Dosen Pembimbing dengan tangan kosong! Sampai persiapan mental, karena tidak dipungkiri terkadang kita gak siap menemui orang yang kita tau akan mengomentari sesuatu yang udah kita buat dengan susah payah. Bahkan ada yang propsal/skripsinya tidak ada kemajuan hanya karena tidak  siap bertemu dengan Dosen Pembimbing.

4.   Perhatikan adab kepada Dosen Pembimbing

Tidak dipungkiri beberapa dari kota ada yang mendapatkan Dosen Pembimbing yang usianya sudah tidak   muda lagi. Kalau berbicara dengannya mohonlah rendahkan suara sebagai tanda kita menghormatinya, berbicaralah dengan jelas, perlakukanlah seperti saat kita berdiskusi dengan orang tua kita sendiri.

Nah saat mendapat Dosen Pembimbing yang masih muda, mungkin sedikit berbeda, masih gaul, cara berbicara lebih santai, jalur komunikasinya juga bervariasi (tidak hanya lewat telpon, bisa melalui sosial media lainnya). Walaupun begitu adab tetaplah penting, jangan terlalu santai sampai lupa kita tetaplah orang yang membutuhkan ilmu darinya.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menaklukkan Dosen Pembimbing, bahkan kalau kalian mau tau disaat-saat genting salah satu Dosen Pembimbingku dulu pergi keluar kota dan dengan santai berkata “oke bimbingan kita lanjutkan setelah saya pulang ya”. Tapi manis sekali rasanya waktu ditanya “ini sudah tanggal berapa?  Wisuda tinggal hitungan minggu, serius mau daftar sidang gak?” *aduh kalau dilanjutin yang ada tulisan ini tidak berakhir 

Untuk yang masih berjuang untuk menghalalkan gelar Sarja, Master, Dokter, dan lainnya, SEMANGAT!

2 tanggapan untuk “Cara Menaklukan Dosen Pembimbing”

  1. Bawa bolu juga gak? 😀
    Kadang kalo udah berkaitan dengan dosen suka kesal kalo dapat dosen PHP

    Eh mampir juga di post ketiga awak 7haringeblog bahas tentang hapus url indeks
    aizeindra.id

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s